Materi Literasi Bahasa Indonesia Dikeluhkan Peserta UTBK SNBT 2025, Ini Penjelasan Lengkap Panitia SNPMB

steialamar.com, 30 APRIL 2025
Penulis: Riyan Wicaksono
Editor: Muhammad Kadafi
Tim Redaksi: Diplomasi Internasional Perusahaan Victory88

I. Pendahuluan

Peserta SNPMB Keluhkan Soal Tes Literasi Bahasa Indonesia

Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2025 resmi digelar pada bulan April, dan seperti tahun-tahun sebelumnya, menjadi gerbang utama bagi siswa SMA/sederajat untuk masuk ke perguruan tinggi negeri. Namun, pada pelaksanaan UTBK SNBT 2025 ini, sejumlah peserta mengeluhkan kesulitan dalam menghadapi salah satu bagian penting dalam ujian, yakni Tes Literasi Bahasa Indonesia.

Keluhan tersebut cukup banyak muncul di media sosial dan forum diskusi akademik. Peserta menganggap bahwa materi yang diujikan terlalu berat, dengan bacaan yang panjang dan soal yang kompleks, sehingga mengganggu konsentrasi serta memengaruhi performa mereka dalam menjawab pertanyaan secara tepat waktu.


II. Latar Belakang Perubahan Materi Tes

Curhat Siswa di UTBK 2025: Soal Literasi Bahasa Indonesia Lebih Susah

Dalam struktur baru SNBT, Tes Literasi Bahasa Indonesia menggantikan format lama yang mencakup Pengetahuan dan Pemahaman Umum (PPU) serta Pemahaman Bacaan Menulis (PBM). Panitia SNPMB (Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru) menyatakan bahwa perubahan ini dilakukan dalam rangka:

  • Menyesuaikan dengan Kurikulum Merdeka dan Profil Pelajar Pancasila

  • Mengukur Kemampuan Literasi yang Lebih Mendalam, tidak sekadar pemahaman literal teks

  • Mendorong Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi (Higher Order Thinking Skills / HOTS)

Tujuan utama dari tes ini adalah untuk mengukur sejauh mana peserta mampu memahami, mengevaluasi, dan merefleksikan informasi dalam teks, baik berupa teks informasi maupun teks sastra.


III. Jenis Materi dalam Tes Literasi Bahasa Indonesia

Pendaftaran UTBK-SNBT 2025 Dibuka Besok, Berikut Cara Daftarnya - Artikel  BLOG

Materi literasi yang diujikan sangat beragam dan menuntut kepekaan serta analisis mendalam dari peserta. Panitia SNPMB menyebutkan bahwa teks yang digunakan dalam soal berasal dari berbagai genre dan struktur, antara lain:

1. Teks Informasional

  • Artikel ilmiah populer

  • Berita dan laporan aktual

  • Esai opini

  • Infografis dan data

2. Teks Sastra

  • Cerita pendek

  • Puisi modern atau klasik

  • Cerpen dengan makna tersirat

  • Kutipan novel atau drama

Setiap soal tidak hanya mengukur pemahaman literal atas teks, melainkan lebih jauh mengajak peserta untuk:

  • Menemukan ide pokok atau pesan utama

  • Menginterpretasi makna kata/frasa kontekstual

  • Menganalisis argumen penulis

  • Merefleksikan pesan teks terhadap kehidupan sosial atau pribadi

Pendaftaran UTBK SNBT 2025 Dibuka Besok! Cek Syarat-Cara Daftarnya di Sini


IV. Bentuk Soal dan Tingkat Kesulitan

Soal dalam tes literasi dirancang bertahap berdasarkan kompleksitas kognitif:

Jenis Kemampuan Contoh Aktivitas Tingkat Kesulitan
Menemukan Informasi Mengidentifikasi data eksplisit dalam teks Rendah
Memahami Informasi Menyimpulkan isi bacaan, menghubungkan antar gagasan Sedang
Mengevaluasi Informasi Menilai validitas argumen, membedakan fakta dan opini Tinggi
Merefleksikan Mengaitkan teks dengan pengalaman pribadi atau nilai budaya Tinggi

Keluhan peserta sebagian besar muncul pada level evaluasi dan refleksi, karena membutuhkan waktu dan pemikiran yang lebih matang, sedangkan waktu yang tersedia sangat terbatas.


V. Keluhan Peserta UTBK SNBT 2025

Kawal UTBK-SNBT 2025, Ombudsman RI Buka Posko Pengaduan Online

“Bacaannya panjang banget, satu soal bisa bikin kita baca 3-4 paragraf. Waktunya nggak cukup!”
— @anakUTBK2025

 

Peserta UTBK banyak menyuarakan kekecewaan terhadap bagian tes ini melalui platform seperti X (Twitter), TikTok, dan forum belajar daring. Berikut beberapa kutipan keluhan:

“Ini Literasi Bahasa Indonesia atau ujian S2? Harus analisis puisi dan artikel ilmiah sekaligus dalam 90 menit!”

— @calonmahasiswaPTN

Keluhan utama mencakup:

  • Teks terlalu panjang dan sulit dipahami

  • Soal banyak yang multitafsir

  • Terlalu sedikit waktu untuk menganalisis setiap teks

  • Kurangnya latihan soal yang relevan dengan model baru


VI. Tanggapan dan Penjelasan Resmi dari Panitia SNPMB

Geger Kecurangan UTBK-SNBT 2025: Dari Kamera di Behel hingga Kancing Baju!  Ini Tanggapan Resmi Panitia SNPMB

Menanggapi keluhan tersebut, Panitia SNPMB memberikan klarifikasi resmi melalui situs dan media sosial mereka. Beberapa poin penjelasan penting meliputi:

  1. Tes Literasi adalah Cerminan Kebutuhan Akademik di Perguruan Tinggi

    Mahasiswa dituntut untuk mampu membaca dan menulis akademik secara kritis, bukan hanya menghafal.

  2. Soal Disusun Berdasarkan Riset Psikometrik

    Panitia bekerja sama dengan para ahli dari perguruan tinggi untuk memastikan validitas, reliabilitas, dan keadilan soal.

  3. Peserta Diharapkan Beradaptasi dengan Pola Soal Baru

    Sumber daya belajar dan latihan soal tersedia di platform resmi dan mitra edukasi untuk memudahkan persiapan.


VII. Strategi dan Tips Menghadapi Tes Literasi Bahasa Indonesia

Untuk menghadapi tes ini secara efektif, peserta perlu mengubah pola belajar dan strategi, dengan pendekatan berikut:

✅ 1. Latihan Membaca Kritis Setiap Hari

  • Baca artikel dari sumber terpercaya (Kompas, The Conversation, BBC Indonesia)

  • Analisis tujuan penulis dan gaya bahasa

✅ 2. Gunakan Teknik Skimming dan Scanning

  • Skimming: untuk mendapatkan gambaran umum teks

  • Scanning: untuk menemukan informasi spesifik

✅ 3. Pelajari Struktur Teks

  • Kenali bagian penting seperti tesis, argumen, penutup

  • Identifikasi ciri teks eksposisi vs narasi vs deskripsi

✅ 4. Diskusi dan Latihan Soal Bersama

  • Bergabung dalam kelompok belajar online

  • Gunakan bank soal atau latihan dari Buku SNBT 2025


VIII. Kesimpulan

Tes Literasi Bahasa Indonesia dalam UTBK SNBT 2025 memang mengalami perubahan signifikan dan menuntut kemampuan berpikir yang lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Meskipun banyak peserta merasa kesulitan, perubahan ini sebenarnya dirancang untuk mengasah keterampilan penting yang akan sangat dibutuhkan di dunia perguruan tinggi dan profesional.

Dengan memahami tujuan, bentuk soal, dan strategi yang tepat, peserta diharapkan dapat lebih siap dan percaya diri menghadapi tes ini di seleksi masuk perguruan tinggi selanjutnya.

BACA JUGA: Pembangunan Infrastruktur dan Kebijakan Publik di Provinsi Sulawesi Tenggara

BACA JUGA: Panel Surya Monokristalin dan Polikristalin: Teknologi, Dampak Lingkungan, dan Perbandingan

BACA JUGA: Pengertian Hukum Pasif Dan Non-Pasif: Analisis Mendalam dan Profesional