steialamar – Selama ini banyak orang menganggap profesi dengan gaji tinggi identik dengan karier yang aman. Semakin besar penghasilan, semakin kecil risiko kehilangan pekerjaan. Namun kenyataannya, kondisi dunia kerja modern menunjukkan hal yang berbeda.
Dalam beberapa tahun terakhir, gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terjadi di berbagai sektor, mulai dari teknologi, keuangan, media, hingga konsultasi bisnis. Menariknya, banyak posisi yang terdampak justru berasal dari kelompok pekerja bergaji tinggi dengan jabatan strategis.
Perubahan teknologi, otomatisasi, kecerdasan buatan (AI), efisiensi perusahaan, hingga perlambatan ekonomi global membuat sejumlah profesi dengan bayaran besar menjadi lebih rentan dibanding yang dibayangkan banyak orang.
Lalu, profesi apa saja yang memiliki gaji tinggi tetapi berisiko terkena PHK? Berikut ulasannya.
Kenapa Profesi Bergaji Tinggi Lebih Rentan PHK?
Dari sudut pandang perusahaan, karyawan dengan gaji besar sering kali menjadi target pertama ketika terjadi efisiensi biaya.
Alasannya cukup sederhana. Mengurangi satu posisi senior terkadang dapat menghemat biaya yang setara dengan beberapa posisi junior.
Selain itu, perkembangan AI dan otomatisasi juga mulai menggantikan sebagian pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan tenaga profesional berpengalaman.
Faktor utama yang meningkatkan risiko PHK antara lain:
- Efisiensi biaya operasional.
- Restrukturisasi perusahaan.
- Otomatisasi dan AI.
- Perlambatan ekonomi.
- Perubahan model bisnis.
- Merger dan akuisisi perusahaan.
Daftar Profesi Bergaji Tinggi yang Rentan PHK
1. Software Engineer Senior
Selama bertahun-tahun profesi software engineer menjadi salah satu pekerjaan paling menjanjikan di dunia teknologi.
Namun sejak 2023, banyak perusahaan teknologi global melakukan PHK massal terhadap ribuan engineer, termasuk posisi senior dengan gaji tinggi.
Meski kebutuhan programmer tetap besar, perusahaan kini lebih selektif dalam perekrutan dan mulai memanfaatkan AI coding assistant untuk meningkatkan produktivitas tim yang lebih kecil.
Estimasi gaji:
Rp15 juta – Rp100 juta+ per bulan.
2. Product Manager
Product Manager sering menjadi penghubung antara tim bisnis, teknologi, dan pemasaran.
Namun saat perusahaan melakukan penghematan, posisi ini sering terkena dampak restrukturisasi karena sebagian tugasnya dapat dialihkan ke tim lain.
Terutama di startup yang sedang melakukan penyesuaian anggaran.
Estimasi gaji:
Rp20 juta – Rp80 juta per bulan.
3. Digital Marketing Manager
Dunia digital marketing berkembang sangat cepat.
Banyak aktivitas pemasaran yang kini dapat diotomatisasi menggunakan AI, mulai dari pembuatan konten, analisis data, hingga optimasi iklan.
Akibatnya, beberapa perusahaan mulai mengurangi jumlah tenaga pemasaran senior.
Estimasi gaji:
Rp15 juta – Rp60 juta per bulan.
4. Analis Keuangan dan Investment Banking
Profesi di sektor keuangan dikenal memiliki penghasilan yang sangat tinggi.
Namun industri ini juga terkenal dengan siklus PHK yang cukup agresif saat ekonomi melambat atau aktivitas investasi menurun.
Bank investasi global sering melakukan pengurangan tenaga kerja ketika pasar sedang lesu.
Estimasi gaji:
Rp25 juta – Rp150 juta per bulan.
5. Konsultan Manajemen
Bekerja di perusahaan konsultan ternama memang menawarkan gaji dan prestise tinggi.
Namun profesi ini sangat bergantung pada kondisi bisnis klien.
Ketika perusahaan-perusahaan mulai mengurangi anggaran konsultasi, permintaan terhadap jasa konsultan juga ikut turun.
Estimasi gaji:
Rp20 juta – Rp100 juta per bulan.
Tabel Profesi Bergaji Tinggi yang Rentan PHK
| Profesi | Kisaran Gaji Bulanan | Tingkat Risiko PHK |
|---|---|---|
| Software Engineer Senior | Rp15–100 juta | Tinggi |
| Product Manager | Rp20–80 juta | Tinggi |
| Digital Marketing Manager | Rp15–60 juta | Sedang-Tinggi |
| Investment Banker | Rp25–150 juta | Tinggi |
| Konsultan Manajemen | Rp20–100 juta | Tinggi |
| Data Analyst | Rp12–50 juta | Sedang |
| Media Executive | Rp15–70 juta | Tinggi |
| Recruiter Senior | Rp15–50 juta | Tinggi |
| UX Designer | Rp12–60 juta | Sedang |
| Middle Management | Rp20–120 juta | Tinggi |
6. Data Analyst dan Business Intelligence
Data masih menjadi aset penting bagi perusahaan.
Namun kemunculan berbagai tools AI yang mampu membuat laporan dan analisis otomatis mulai mengubah kebutuhan tenaga kerja di bidang ini.
Bukan berarti profesi ini akan hilang, tetapi tuntutan keterampilannya semakin tinggi.
Estimasi gaji:
Rp12 juta – Rp50 juta per bulan.
7. Media Executive dan Jurnalis Senior
Industri media menghadapi perubahan besar akibat migrasi audiens ke platform digital.
Banyak perusahaan media melakukan efisiensi dan restrukturisasi karena pendapatan iklan konvensional terus menurun.
Posisi editor senior dan manajemen media menjadi salah satu yang paling sering terdampak.
Estimasi gaji:
Rp15 juta – Rp70 juta per bulan.
8. Recruiter dan Talent Acquisition Senior
Saat perusahaan sedang ekspansi, tim rekrutmen menjadi sangat penting.
Namun ketika perekrutan dihentikan atau bisnis melambat, kebutuhan recruiter otomatis berkurang.
Karena itulah profesi ini termasuk yang cukup sensitif terhadap kondisi ekonomi.
Estimasi gaji:
Rp15 juta – Rp50 juta per bulan.
9. UX/UI Designer
Desain pengalaman pengguna masih dibutuhkan banyak perusahaan digital.
Namun saat proyek baru berkurang atau perusahaan fokus pada efisiensi, jumlah desainer sering menjadi salah satu yang dikurangi.
Terlebih dengan munculnya berbagai platform desain berbasis AI.
Estimasi gaji:
Rp12 juta – Rp60 juta per bulan.
10. Middle dan Senior Management
Meskipun memiliki jabatan tinggi, posisi manajerial juga tidak selalu aman.
Saat perusahaan melakukan restrukturisasi, lapisan manajemen menengah sering menjadi sasaran untuk menyederhanakan organisasi.
Tujuannya adalah mempercepat pengambilan keputusan sekaligus menekan biaya operasional.
Estimasi gaji:
Rp20 juta – Rp120 juta per bulan.
Cara Mengurangi Risiko PHK Meski Bergaji Tinggi

Memiliki penghasilan besar memang menguntungkan, tetapi tetap perlu strategi agar karier lebih aman.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:
1. Terus Upgrade Skill
Jangan hanya mengandalkan pengalaman kerja.
Pelajari teknologi baru, AI, analitik data, atau keterampilan yang sedang banyak dicari pasar.
2. Bangun Personal Branding
Memiliki reputasi profesional yang kuat dapat membuka peluang baru ketika terjadi perubahan di tempat kerja.
3. Diversifikasi Sumber Penghasilan
Jangan bergantung pada satu sumber pendapatan.
Banyak profesional kini memiliki bisnis sampingan, investasi, atau pekerjaan freelance.
4. Perluas Networking
Relasi profesional sering menjadi faktor penting dalam mendapatkan peluang kerja baru.
5. Siapkan Dana Darurat
Idealnya memiliki dana darurat minimal 6–12 bulan pengeluaran agar tetap aman jika terjadi PHK mendadak.
Gaji tinggi memang menjadi impian banyak orang, tetapi bukan jaminan keamanan kerja. Di era digital yang serba cepat, banyak profesi dengan penghasilan besar justru menghadapi risiko PHK yang cukup tinggi akibat otomatisasi, efisiensi perusahaan, dan perubahan ekonomi global.
Karena itu, fokus utama bukan hanya mengejar gaji besar, tetapi juga membangun kemampuan yang relevan, terus belajar, serta menyiapkan strategi keuangan yang sehat. Dengan begitu, ketika perubahan datang, kamu tetap punya daya saing dan peluang untuk terus berkembang di dunia kerja yang semakin dinamis.
Referensi
- World Economic Forum – Future of Jobs Report 2025
https://www.weforum.org - LinkedIn Workforce Report
https://www.linkedin.com - International Labour Organization (ILO) – Future of Work
https://www.ilo.org - McKinsey & Company – The Future of Work After AI
https://www.mckinsey.com - Deloitte Human Capital Trends Report
https://www.deloitte.com - OECD Employment Outlook
https://www.oecd.org - Harvard Business Review – Managing Career Risk in the Age of AI
https://hbr.org