steialamar.com, 7 MEI 2025
Penulis: Riyan Wicaksono
Editor: Muhammad Kadafi
Tim Redaksi: Diplomasi Internasional Perusahaan Victory88
Pada tahun 2025, IPB University (sebelumnya Institut Pertanian Bogor) mengumumkan transformasi signifikan dalam struktur akademiknya: Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) resmi berubah menjadi Sekolah Teknik. Langkah ini merupakan bagian dari upaya strategis IPB untuk memperluas cakupan keilmuan, memperkuat inovasi teknologi, dan menjawab kebutuhan masyarakat serta industri di era Revolusi Industri 4.0 dan pembangunan agromaritim nasional. Transformasi ini tidak hanya tentang perubahan nama, tetapi juga pengembangan keilmuan yang lebih dinamis, interdisipliner, dan relevan dengan tantangan global. Artikel ini menyajikan panduan komprehensif, rinci, dan profesional tentang transformasi tersebut, mencakup latar belakang, tujuan, dampak, program studi, serta implikasi bagi pendidikan dan industri di Indonesia.
Latar Belakang Transformasi
Sejarah Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) 
Fakultas Teknologi Pertanian IPB, yang awalnya bernama Fakultas Teknologi dan Mekanisasi Pertanian (Fateta), didirikan pada 3 Oktober 1964. Fakultas ini lahir sebagai respons terhadap kebutuhan pengembangan teknologi pertanian pasca-kemerdekaan Indonesia, ketika IPB resmi berdiri sebagai institusi independen terpisah dari Universitas Indonesia pada 1 September 1963. Pada awalnya, Fateta memiliki dua jurusan utama: Teknologi Hasil Pertanian dan Mekanisasi Pertanian, yang masing-masing fokus pada pengolahan hasil pertanian dan mekanisasi proses budidaya.
Seiring waktu, Fateta berkembang menjadi pusat keunggulan dalam teknologi pertanian, dengan penambahan program studi seperti Teknologi Pangan, Teknik Industri Pertanian, dan Teknik Sipil dan Lingkungan. Pada tahun 1981, fakultas ini resmi berganti nama menjadi Fakultas Teknologi Pertanian, mencerminkan cakupan keilmuan yang lebih luas, termasuk teknologi pangan, gizi, dan manajemen lingkungan. Hingga 2024, Fateta mengelola empat program studi sarjana: Teknik Pertanian dan Biosistem, Teknologi Pangan, Teknologi Industri Pertanian, dan Teknik Sipil dan Lingkungan, yang semuanya terakreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), dengan beberapa juga memperoleh akreditasi internasional seperti ABET untuk Teknik Pertanian dan Biosistem.
Fateta telah menghasilkan ribuan lulusan yang berkontribusi dalam agroindustri, teknologi pangan, dan pengelolaan lingkungan, sekaligus memelopori inovasi seperti pengembangan teknologi smart agriculture dan solusi berkelanjutan untuk tantangan pangan dan lingkungan. Namun, dengan pesatnya perkembangan teknologi dan kebutuhan akan keahlian teknik yang lebih spesifik, IPB melihat perlunya transformasi untuk menjaga relevansi dan memperkuat posisi sebagai pemimpin pendidikan tinggi di bidang agromaritim.
Konteks Transformasi
Transformasi Fateta menjadi Sekolah Teknik diumumkan sebagai bagian dari strategi IPB University untuk memperluas keilmuan di luar fokus tradisional pertanian menuju pendekatan yang lebih interdisipliner dan teknologi-sentris. Menurut Yatri Indah Kusumastuti, Kepala Biro Komunikasi IPB, transformasi ini didorong oleh kebutuhan pengembangan ilmu di bidang Teknik Sipil dan Lingkungan, Teknik Mesin, Teknik Kimia, dan Teknik Elektro, yang semakin krusial dalam mendukung inovasi pertanian modern, seperti smart agriculture.
Perubahan ini juga sejalan dengan visi IPB 2019–2023 untuk menjadi perguruan tinggi berbasis riset yang menghasilkan lulusan techno-sociopreneur dengan kompetensi global, nasionalisme tinggi, dan kemampuan memimpin inovasi. Transformasi ini mencerminkan upaya IPB untuk menjawab tantangan link and match antara pendidikan tinggi dan kebutuhan pasar kerja, memastikan lulusan memiliki keterampilan yang relevan untuk industri, kewirausahaan, dan pembangunan nasional.
Tujuan Transformasi 
Transformasi Fateta menjadi Sekolah Teknik memiliki beberapa tujuan strategis, yang dirancang untuk memperkuat posisi IPB sebagai pusat keunggulan akademik dan inovasi teknologi. Tujuan utama meliputi:
-
Pengembangan Keilmuan yang Lebih Luas
Sekolah Teknik bertujuan memperluas cakupan keilmuan dari teknologi pertanian tradisional ke disiplin teknik yang lebih beragam, seperti teknik mesin, elektro, dan kimia. Ini memungkinkan IPB untuk menghasilkan inovasi yang mendukung pembangunan agromaritim 4.0, termasuk teknologi otomatisasi, IoT (Internet of Things), dan kecerdasan buatan dalam pertanian. -
Meningkatkan Relevansi dengan Kebutuhan Industri
Dengan fokus pada keahlian teknik yang dibutuhkan industri modern, Sekolah Teknik memastikan lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan pasar kerja, seperti desain sistem pertanian cerdas, pengelolaan limbah industri, dan pengembangan produk pangan berteknologi tinggi. -
Memperkuat Inovasi dan Riset
Transformasi ini memperkuat peran IPB sebagai perguruan tinggi berbasis riset. Sekolah Teknik akan menjadi pusat pengembangan teknologi transformatif, seperti biorefinery, teknologi pascapanen, dan solusi lingkungan berkelanjutan, yang mendukung ekonomi rakyat dan industri nasional. -
Meningkatkan Daya Tarik dan Branding
Perubahan nama menjadi Sekolah Teknik meningkatkan daya tarik bagi calon mahasiswa yang tertarik pada disiplin teknik secara umum, tidak hanya terbatas pada teknologi pertanian. Ini juga memperkuat branding IPB sebagai institusi yang dinamis dan responsif terhadap perkembangan global. -
Mendukung Pembangunan Nasional
Sekolah Teknik akan berkontribusi pada kebijakan nasional melalui pengembangan teknologi yang mendukung ketahanan pangan, energi terbarukan, dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, sejalan dengan agenda pembangunan Indonesia Emas 2045.
Proses Transformasi 
Tahapan Perubahan
Transformasi Fateta menjadi Sekolah Teknik melibatkan beberapa tahapan yang dirancang secara sistematis untuk memastikan kelancaran transisi dan dampak positif bagi sivitas akademika. Berdasarkan informasi dari IPB, tahapan utama meliputi:
-
Identifikasi Kebutuhan Keilmuan
Pimpinan IPB, termasuk Rektor dan Biro Komunikasi, melakukan analisis kebutuhan keilmuan berdasarkan tren global, kebutuhan industri, dan perkembangan teknologi. Bidang seperti teknik elektro dan kimia diidentifikasi sebagai prioritas untuk mendukung inovasi pertanian modern. -
Restrukturisasi Kurikulum
Kurikulum program studi di Sekolah Teknik diperbarui untuk mencakup keahlian baru, seperti teknologi smart agriculture, robotika pertanian, dan analisis data lingkungan. Kurikulum tetap mempertahankan kekuatan Fateta di bidang teknologi pangan dan biosistem, tetapi diperkaya dengan elemen teknik yang lebih luas. -
Peningkatan Fasilitas dan Sumber Daya
IPB mengalokasikan investasi untuk memperbarui laboratorium, seperti pusat riset smart agriculture dan teknologi pascapanen, serta merekrut dosen dengan keahlian di bidang teknik baru. Kerja sama dengan industri juga diperluas untuk mendukung penelitian dan magang mahasiswa. -
Rebranding dan Sosialisasi
Perubahan nama menjadi Sekolah Teknik diumumkan secara resmi pada awal 2025, disertai dengan kampanye komunikasi untuk menjelaskan tujuan transformasi kepada mahasiswa, alumni, dan masyarakat. Media sosial, seperti akun @ipb_menfess, turut menggemakan perubahan ini dengan antusiasme, menyebutnya sebagai “Teknik IPB now real!” -
Akreditasi dan Pengakuan
IPB memastikan semua program studi di Sekolah Teknik tetap terakreditasi A oleh BAN-PT dan menargetkan akreditasi internasional tambahan untuk meningkatkan daya saing global. Program Teknik Pertanian dan Biosistem, yang telah terakreditasi ABET sejak 2013, menjadi model untuk standar kualitas.
Peran Pimpinan IPB
Rektor IPB dan pimpinan fakultas memainkan peran kunci dalam transformasi ini. Yatri Indah Kusumastuti menegaskan bahwa transformasi ini bukan sekadar branding, tetapi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat keilmuan dan menjawab kebutuhan masyarakat agromaritim. Pimpinan IPB juga memastikan keterlibatan stakeholder, termasuk dosen, mahasiswa, alumni, dan industri, dalam proses perencanaan untuk menjaga transparansi dan dukungan.
Program Studi di Sekolah Teknik
Sekolah Teknik mewarisi program studi unggulan dari Fateta, dengan penambahan fokus keilmuan baru untuk memperluas cakupan akademik. Berdasarkan informasi resmi IPB, program studi sarjana yang dikelola Sekolah Teknik meliputi:
-
Teknik Pertanian dan Biosistem

-
Fokus: Pengembangan teknologi untuk budidaya pertanian, termasuk mekanisasi, otomatisasi, dan sistem biosistem berbasis IoT.
-
Akreditasi: A (BAN-PT), ABET (internasional).
-
Prospek Karir: Insinyur pertanian, konsultan teknologi smart farming, peneliti agroindustri.
-
Inovasi Baru: Penambahan modul robotika pertanian dan analisis data untuk mendukung precision agriculture.
-
-
Teknologi Pangan

-
Fokus: Ilmu dan teknologi pangan, termasuk kimia pangan, mikrobiologi, rekayasa proses, serta mutu dan keamanan pangan.
-
Akreditasi: A (BAN-PT).
-
Prospek Karir: Ahli teknologi pangan, manajer mutu pangan, pengembang produk pangan inovatif.
-
Inovasi Baru: Pengembangan teknologi pangan berbasis zero waste dan produk fungsional.
-
-
Teknologi Industri Pertanian

-
Fokus: Optimasi proses agroindustri, manajemen rantai pasok, dan teknologi pascapanen.
-
Akreditasi: A (BAN-PT).
-
Prospek Karir: Manajer agroindustri, konsultan rantai pasok, pengembang teknologi pascapanen.
-
Inovasi Baru: Integrasi teknologi blockchain untuk ketertelusuran produk pertanian.
-
-
Teknik Sipil dan Lingkungan

-
Fokus: Perencanaan infrastruktur pertanian, pengelolaan sumber daya air, dan teknologi lingkungan berkelanjutan.
-
Akreditasi: A (BAN-PT).
-
Prospek Karir: Insinyur sipil, konsultan lingkungan, manajer proyek irigasi.
-
Inovasi Baru: Penambahan kursus tentang teknologi pengelolaan limbah dan energi terbarukan.
-
Selain program sarjana, Sekolah Teknik juga mengelola program pascasarjana, termasuk:
-
Ilmu Keteknikan Pertanian (S2 dan S3), dengan mayor Teknik Mesin Pertanian dan Pangan serta Teknik Sipil dan Lingkungan.
-
Teknologi Pascapanen (S2), fokus pada inovasi pengolahan hasil pertanian.
-
Ilmu Pangan (S2 dan S3), untuk pengembangan keilmuan pangan tingkat lanjut.
Sekolah Teknik juga berencana menambahkan program studi baru, seperti Teknik Elektro dan Teknik Kimia, untuk mendukung kebutuhan teknologi pertanian modern, meskipun detailnya masih dalam tahap pengembangan.
Dampak Transformasi
Transformasi Fateta menjadi Sekolah Teknik memiliki dampak signifikan bagi berbagai aspek pendidikan, riset, dan pembangunan nasional. Dampak utama meliputi:
1. Pendidikan dan Lulusan
-
Kompetensi yang Lebih Luas: Lulusan Sekolah Teknik akan memiliki keahlian interdisipliner, menggabungkan teknologi pertanian dengan teknik modern, seperti AI dan robotika, sehingga lebih kompetitif di pasar kerja global.
-
Daya Tarik bagi Calon Mahasiswa: Nama “Sekolah Teknik” menarik minat calon mahasiswa dari latar belakang sains dan teknik, memperluas basis pendaftar IPB.
-
Peningkatan Kualitas Kurikulum: Kurikulum yang diperbarui memastikan lulusan memiliki soft skills milenium, seperti kepemimpinan, komunikasi, dan kewirausahaan, sejalan dengan visi techno-sociopreneur.
2. Riset dan Inovasi
-
Pusat Riset Baru: Sekolah Teknik akan memperkuat pusat riset seperti Center for Climate Management, Opportunities and Risks in the Southeast Asia and Pacific Region (CCROM-SEAP) dan Seed Center di Leuwikopo, Bogor, untuk mengembangkan teknologi benih dan solusi lingkungan.
-
Inovasi Agromaritim: Fokus pada smart agriculture dan teknologi pascapanen akan menghasilkan solusi konkret untuk ketahanan pangan dan ekonomi rakyat, seperti teknologi pengolahan pangan berkelanjutan dan sistem irigasi cerdas.
-
Kerja Sama Industri: Transformasi ini memperluas kolaborasi dengan industri global, seperti perusahaan teknologi dan agroindustri, untuk mendukung penelitian terapan dan transfer teknologi.
3. Pembangunan Nasional
-
Ketahanan Pangan dan Lingkungan: Sekolah Teknik akan memimpin pengembangan teknologi untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan, mendukung agenda pemerintah untuk ketahanan pangan.
-
Kontribusi Kebijakan: Melalui riset dan lulusan yang kompeten, Sekolah Teknik akan memengaruhi kebijakan nasional di bidang agromaritim, energi, dan lingkungan.
-
Ekonomi Rakyat: Inovasi seperti teknologi benih dan pengolahan pangan akan memberdayakan UMKM dan petani, meningkatkan nilai tambah produk pertanian.
4. Branding dan Reputasi IPB
-
Peringkat Global: Transformasi ini memperkuat posisi IPB sebagai salah satu universitas terbaik di Asia Tenggara untuk bidang pertanian dan kehutanan, dengan potensi meningkatkan peringkat di QS World University Rankings (saat ini peringkat 449 dunia pada 2023).
-
Daya Saing Internasional: Dengan akreditasi internasional dan keahlian teknik baru, IPB akan menarik lebih banyak mahasiswa dan peneliti asing, memperkuat jejaring global.
Tantangan dan Solusi
Transformasi ini tidak lepas dari tantangan, yang telah diantisipasi oleh IPB dengan strategi mitigasi yang matang. Berikut adalah tantangan utama dan solusinya:
-
Tantangan: Resistensi dari Sivitas Akademika
-
Masalah: Sebagian dosen, mahasiswa, atau alumni mungkin khawatir transformasi mengurangi identitas Fateta sebagai pusat teknologi pertanian.
-
Solusi: IPB melakukan sosialisasi intensif melalui seminar, media sosial, dan forum diskusi untuk menjelaskan bahwa Sekolah Teknik tetap mempertahankan kekuatan teknologi pertanian sambil memperluas keilmuan. Keterlibatan alumni dalam perencanaan juga memastikan dukungan mereka.
-
-
Tantangan: Kebutuhan Investasi Besar
-
Masalah: Pengembangan fasilitas, seperti laboratorium teknik elektro dan kimia, membutuhkan dana signifikan.
-
Solusi: IPB memperluas kerja sama dengan industri dan pemerintah, serta memanfaatkan dana riset nasional dan internasional. Contohnya, kolaborasi dengan universitas seperti Chiba University dan Cornell University untuk pendanaan riset.
-
-
Tantangan: Penyesuaian Kurikulum
-
Masalah: Integrasi keahlian teknik baru memerlukan waktu untuk memastikan kualitas dan relevansi kurikulum.
-
Solusi: IPB membentuk tim kurikulum yang melibatkan pakar dari industri dan akademisi internasional, serta mengadopsi pendekatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka untuk fleksibilitas pembelajaran.
-
-
Tantangan: Daya Saing dengan Universitas Teknik Lain
-
Masalah: Sekolah Teknik harus bersaing dengan institusi seperti Institut Teknologi Bandung (ITB) atau Universitas Teknologi Nusantara di bidang teknik murni.
-
Solusi: IPB memposisikan Sekolah Teknik sebagai pusat keunggulan teknik agromaritim, dengan fokus unik pada aplikasi teknologi di sektor pertanian, lingkungan, dan pangan, yang membedakannya dari universitas teknik umum.
-
Implikasi bagi Pendidikan dan Industri
Pendidikan
-
Kurikulum Interdisipliner: Sekolah Teknik menawarkan kurikulum mayor-minor yang memungkinkan mahasiswa mengambil kombinasi kompetensi, seperti teknik mesin dengan teknologi pangan, meningkatkan fleksibilitas karir.
-
Pembelajaran Berbasis Riset: Mahasiswa akan terlibat dalam proyek riset nyata, seperti pengembangan drone pertanian atau teknologi pengolahan limbah, sejak tahun awal.
-
Akses Global: Kerja sama dengan universitas seperti Murdoch University dan Kobe University memungkinkan mahasiswa mengikuti program double degree, student exchange, atau joint research.
Industri
-
Tenaga Kerja Kompeten: Lulusan Sekolah Teknik akan memenuhi kebutuhan industri untuk insinyur yang memahami teknologi pertanian dan teknik modern, seperti dalam agroindustri, teknologi pangan, dan pengelolaan lingkungan.
-
Inovasi Produk: Kolaborasi dengan industri akan menghasilkan produk inovatif, seperti pangan fungsional, teknologi benih tahan iklim, dan sistem irigasi berbasis AI.
-
Konsultasi Teknologi: Sekolah Teknik akan menjadi mitra strategis bagi industri dalam pengembangan teknologi berkelanjutan, seperti biorefinery dan pengelolaan limbah agroindustri.
Studi Kasus: Inovasi dari Sekolah Teknik
Untuk mengilustrasikan dampak transformasi, berikut adalah contoh inovasi yang sedang dikembangkan oleh Sekolah Teknik:
-
Drone Pertanian Cerdas
Program Teknik Pertanian dan Biosistem sedang mengembangkan drone berbasis AI untuk pemantauan tanaman dan penyemprotan pestisida secara presisi. Proyek ini melibatkan kolaborasi dengan startup teknologi lokal dan didukung oleh laboratorium smart agriculture baru di Sekolah Teknik. -
Teknologi Pangan Zero Waste
Program Teknologi Pangan mengembangkan teknologi pengolahan pangan yang meminimalkan limbah, seperti pengolahan kulit buah menjadi bahan baku bio-plastik. Inovasi ini telah menarik minat industri pangan nasional. -
Sistem Irigasi Berbasis IoT
Program Teknik Sipil dan Lingkungan merancang sistem irigasi otomatis yang menggunakan sensor IoT untuk mengoptimalkan penggunaan air di lahan pertanian, meningkatkan efisiensi hingga 30% dibandingkan metode tradisional.
Penelitian Pendukung
Transformasi ini didukung oleh penelitian dan tren global dalam pendidikan tinggi dan teknologi:
-
McKinsey (2020): Laporan tentang Future of Work menunjukkan bahwa keahlian teknik, seperti AI dan IoT, akan menjadi kebutuhan utama industri pada 2030.
-
FAO (2022): Food and Agriculture Organization menekankan pentingnya teknologi smart agriculture untuk ketahanan pangan di tengah perubahan iklim.
-
QS World University Rankings (2025): IPB tetap menjadi pemimpin di Asia Tenggara untuk bidang pertanian dan kehutanan, dengan potensi ekspansi di bidang teknik.
-
BAN-PT (2017): Akreditasi A untuk IPB dan program studi Fateta menegaskan kualitas pendidikan yang menjadi fondasi transformasi ini.
Kesimpulan
Transformasi Fakultas Teknologi Pertanian IPB menjadi Sekolah Teknik adalah langkah strategis yang menandai evolusi IPB sebagai pusat keunggulan akademik dan inovasi teknologi. Dengan memperluas cakupan keilmuan ke bidang teknik sipil, mesin, kimia, dan elektro, Sekolah Teknik tidak hanya mempertahankan kekuatan IPB di teknologi pertanian, tetapi juga memposisikan diri sebagai pemimpin dalam pengembangan teknologi agromaritim 4.0. Transformasi ini menghasilkan lulusan yang kompeten, inovasi yang relevan, dan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional, sekaligus meningkatkan daya saing IPB di tingkat global.
Bagi calon mahasiswa, Sekolah Teknik menawarkan peluang untuk menjadi bagian dari revolusi teknologi pertanian dan lingkungan, dengan kurikulum interdisipliner, fasilitas mutakhir, dan jejaring global. Bagi industri, Sekolah Teknik adalah mitra strategis dalam mengembangkan solusi inovatif untuk tantangan pangan, energi, dan lingkungan. Dengan komitmen terhadap keilmuan, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan, Sekolah Teknik IPB siap menjadi trendsetter dalam pendidikan tinggi dan teknologi untuk masa depan Indonesia.
Rekomendasi:
-
Calon Mahasiswa: Pantau informasi pendaftaran Sekolah Teknik melalui situs resmi IPB (ipb.ac.id) dan persiapkan diri untuk jalur SNBT, UTBK, atau mandiri.
-
Mahasiswa dan Alumni: Dukung transformasi ini dengan berpartisipasi dalam forum alumni atau proyek riset kolaboratif.
-
Industri dan Pemerintah: Manfaatkan peluang kolaborasi dengan Sekolah Teknik untuk pengembangan teknologi dan pelatihan tenaga kerja.
BACA JUGA: Kebijakan Sosial dan Publik Pemerintahan di Provinsi Bali
BACA JUGA: Panel Surya Berbasis Perovskite: Teknologi Baru untuk Masa Depan Energi Terbarukan
BACA JUGA: Hukum Tertulis yang Berlaku di Indonesia: Tinjauan Komprehensif