Riady Foundation Dorong Pendidikan STEM dari SD hingga AI di Kampus

steialamar.com, 09 MEI 2025

Penulis: Riyan Wicaksono

Editor: Muhammad Kadafi

Tim Redaksi: Diplomasi Internasional Perusahaan Victory88

 

 

Pendidikan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) telah menjadi pilar utama dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan era digital dan revolusi industri 5.0. Di Indonesia, Riady Foundation, sebuah organisasi filantropi yang berfokus pada pendidikan, telah mengambil peran penting dalam mendorong pengembangan pendidikan STEM sejak jenjang sekolah dasar (SD) hingga pendidikan tinggi, termasuk pengenalan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di kampus. Melalui program ambisius bertajuk “STEM Indonesia Cerdas,” Riady Foundation berupaya menjangkau 10 juta siswa dan 500 ribu guru, dengan tujuan menanamkan kecintaan terhadap sains dan teknologi sejak dini serta membangun sumber daya manusia (SDM) yang kompetitif secara global. Artikel ini akan mengulas secara mendalam inisiatif Riady Foundation, tantangan yang dihadapi, serta dampaknya terhadap ekosistem pendidikan STEM di Indonesia.

Latar Belakang: Pentingnya Pendidikan STEM di Indonesia

  Riady Foundation Dorong Pendidikan STEM dari SD hingga AI di Kampus    

Pendidikan STEM memainkan peran krusial dalam mendorong inovasi, meningkatkan daya saing ekonomi, dan mempersiapkan tenaga kerja untuk kebutuhan industri masa depan. Di era yang didominasi oleh teknologi seperti AI, Internet of Things (IoT), dan otomatisasi, kemampuan dalam bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika menjadi sangat penting. Namun, Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan dalam pendidikan STEM, termasuk:

  1. Penurunan Minat terhadap Sains dan Teknologi: Data dari Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 menunjukkan bahwa literasi sains Indonesia berada di peringkat 71 dari 80 negara, dengan skor yang terus menurun. Hal ini mencerminkan kurangnya minat generasi muda terhadap bidang STEM, terutama di jenjang universitas.

  2. Paradigma yang Keliru: Banyak siswa dan orang tua memandang sains dan teknologi sebagai bidang yang sulit dan tidak dapat diakses, sehingga mengurangi motivasi untuk mengejar karir di sektor ini.

  3. Kesenjangan Infrastruktur dan Pelatihan Guru: Banyak sekolah, terutama di daerah terpencil, kekurangan fasilitas laboratorium, akses internet, dan guru yang terlatih untuk mengajarkan STEM secara efektif.

  4. Kurikulum yang Belum Modern: Menurut Stephanie Riady, Direktur Eksekutif Riady Foundation, metode pembelajaran sains dan matematika di Indonesia masih cenderung berfokus pada hafalan, bukan pendekatan berbasis pemecahan masalah dan inovasi.

Menghadapi tantangan ini, Riady Foundation berupaya menciptakan ekosistem pendidikan STEM yang inklusif dan berkelanjutan, mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.

Program “STEM Indonesia Cerdas”

 

Riady Foundation Alokasikan Rp500 Miliar untuk Transformasi 10 Juta Siswa  melalui AI-STEM - Suara Merdeka Jakarta

 

Program “STEM Indonesia Cerdas” adalah inisiatif unggulan Riady Foundation yang dirancang untuk memperkuat pendidikan STEM di Indonesia. Program ini menargetkan 10 juta siswa dan 500 ribu guru di seluruh jenjang pendidikan, dari sekolah dasar hingga universitas, dengan fokus pada pengembangan kecerdasan buatan di perguruan tinggi. Berikut adalah komponen utama dari program ini:

1. Pendidikan STEM Sejak Dini

Riady Foundation percaya bahwa kecintaan terhadap sains dan teknologi harus ditanamkan sejak usia dini. Oleh karena itu, program ini dimulai dari jenjang sekolah dasar, dengan pendekatan yang menyenangkan dan interaktif untuk membangun rasa ingin tahu siswa. Beberapa kegiatan yang dilakukan meliputi:

  • Pengenalan Konsep Dasar STEM: Siswa SD diajarkan konsep dasar sains dan matematika melalui permainan edukasi, eksperimen sederhana, dan media digital seperti aplikasi pembelajaran berbasis AI.

  • Implementasi AI di Sekolah Dasar: Sebagai contoh, Riady Foundation mendukung proyek seperti pengenalan AI melalui platform Teachable Machine, yang memungkinkan siswa melatih model pembelajaran mesin dengan data sederhana seperti gambar buah atau pose wajah. Kegiatan serupa telah dilakukan di Sekolah Dian Harapan, di mana siswa kelas 7 hingga 11 belajar membuat model AI dengan antusiasme tinggi.

  • Pelatihan Guru: Guru-guru SD dilatih untuk mengintegrasikan teknologi digital dan AI dalam pembelajaran. Misalnya, workshop media pembelajaran digital berbasis AI telah diadakan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menggunakan alat seperti Canva atau aplikasi edukasi lainnya.

Pendekatan ini bertujuan memberikan waktu yang cukup bagi siswa untuk mengembangkan minat dan keterampilan di bidang STEM, sehingga mereka siap melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

2. Penguatan STEM di SMP dan SMA

Pada jenjang sekolah menengah, Riady Foundation fokus pada pengembangan keterampilan berpikir kritis, etika teknologi, dan pemecahan masalah. Beberapa inisiatif meliputi:

  • Pengenalan Etika AI: Siswa SMP diajarkan untuk memahami bahwa hasil dari AI tidak selalu benar dan perlu diverifikasi. Hal ini penting untuk membangun pemikiran kritis terhadap teknologi.

  • Pembelajaran Berbasis Proyek: Di SMA, siswa didorong untuk menggunakan AI dan bahasa pemrograman untuk menciptakan solusi nyata, seperti aplikasi sederhana atau sistem otomatisasi. Contohnya, pembelajaran berbasis proyek telah diterapkan di beberapa sekolah di Malang, di mana siswa SD belajar membuat model AI untuk aplikasi praktis.

  • Kurikulum Coding dan AI: Riady Foundation mendukung rencana Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk memasukkan coding dan AI sebagai mata pelajaran pilihan di sekolah-sekolah yang memiliki infrastruktur memadai.

3. Pendidikan AI di Perguruan Tinggi

Di tingkat universitas, Riady Foundation mendorong pengembangan fakultas dan program studi yang berfokus pada AI dan teknologi canggih lainnya. Beberapa langkah konkrit meliputi:

  • Dukungan untuk Fakultas AI: Riady Foundation berkolaborasi dengan universitas untuk mendirikan program studi AI, seperti yang telah dilakukan oleh Universitas Bunda Mulia, yang menjadi perguruan tinggi swasta pertama di Indonesia yang membuka jurusan AI pada November 2024. Kurikulumnya mencakup mata kuliah seperti Algoritma Pembelajaran Mesin, Pemrosesan Bahasa Alami, dan Etika AI, dengan sertifikasi dari IBM dan Google.

  • Integrasi AI dalam Disiplin Lain: Selain jurusan khusus AI, Riady Foundation mendukung integrasi AI dalam bidang lain seperti biosains dan teknik. Contohnya, Unika Atma Jaya meresmikan Fakultas Biosains, Teknologi, dan Inovasi (FBTI) pada Januari 2025, yang menggabungkan teknik, bioteknologi, dan teknologi pangan dengan fokus pada inovasi berbasis AI.

  • Penelitian dan Inovasi: Riady Foundation mendanai penelitian AI di kampus, seperti pengembangan sistem cerdas untuk rantai pasok atau aplikasi bioteknologi. Hal ini sejalan dengan visi FBTI Unika Atma Jaya untuk menjadi pusat inovasi global pada 2030.

4. Sinergi dengan Pemerintah dan Lembaga Lain

Program “STEM Indonesia Cerdas” melibatkan kolaborasi dengan lima kementerian, yaitu Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kementerian Kebudayaan, Kementerian Agama, serta Kementerian Komunikasi dan Digital. Sinergi ini memastikan bahwa program dapat diimplementasikan secara nasional dengan dukungan kebijakan dan infrastruktur.

Selain itu, Riady Foundation bekerja sama dengan institusi pendidikan seperti universitas dan organisasi internasional untuk menyediakan pelatihan, kurikulum, dan teknologi terkini. Contohnya, kolaborasi dengan Digital Place Vision Singapore oleh Universitas Bunda Mulia untuk menciptakan BIEM-AI, konsultan pendidikan berbasis AI pertama di Indonesia.

Tantangan dalam Implementasi

  Perkuat Pendidikan AI dan STEM, Riady Foundation Salurkan Rp 500 Miliar ke  Sekolah Indonesia    

Meskipun ambisius, program Riady Foundation menghadapi sejumlah tantangan:

  1. Kesenjangan Infrastruktur: Banyak sekolah, terutama di daerah pedesaan, masih kekurangan perangkat keras dan akses internet yang memadai untuk pembelajaran berbasis AI.

  2. Keterbatasan Pengetahuan Guru: Sebagian besar guru masih memiliki pengetahuan terbatas tentang AI dan teknologi digital, sehingga membutuhkan pelatihan intensif.

  3. Persepsi Negatif terhadap STEM: Paradigma bahwa STEM sulit perlu diubah melalui pendekatan pembelajaran yang lebih menarik dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

  4. Keamanan Data: Penggunaan AI dalam pendidikan memerlukan data yang berkualitas, tetapi juga sistem keamanan yang kuat untuk mencegah kebocoran atau penyalahgunaan data.

Untuk mengatasi tantangan ini, Riady Foundation mengadopsi pendekatan bertahap, mulai dari sekolah-sekolah dengan kesiapan infrastruktur yang memadai, sambil terus memperluas jangkauan ke daerah-daerah terpencil.

Dampak dan Harapan ke Depan

Sejak diluncurkan, program “STEM Indonesia Cerdas” telah menunjukkan dampak positif, di antaranya:

  • Peningkatan Minat Siswa: Kegiatan seperti workshop AI dan pembelajaran berbasis proyek telah meningkatkan antusiasme siswa terhadap STEM, seperti terlihat dari partisipasi aktif siswa di Sekolah Dian Harapan.

  • Peningkatan Kompetensi Guru: Pelatihan yang dilakukan telah membantu guru mengintegrasikan teknologi dalam pengajaran, sehingga meningkatkan kualitas pembelajaran.

  • Inovasi di Perguruan Tinggi: Pembukaan jurusan AI dan fakultas berbasis teknologi seperti FBTI di Unika Atma Jaya menunjukkan komitmen untuk menciptakan SDM unggul di bidang STEM.

Ke depan, Riady Foundation berharap dapat:

  • Meningkatkan literasi sains Indonesia di peringkat PISA dengan memperkuat pendidikan STEM sejak dini.

  • Melahirkan generasi inovator yang mampu bersaing di pasar global, terutama di bidang AI dan teknologi canggih lainnya.

  • Membangun ekosistem pendidikan STEM yang inklusif, di mana setiap siswa, regardless of their background, memiliki akses ke pendidikan berkualitas.

Kesimpulan

Riady Foundation telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam memajukan pendidikan STEM di Indonesia melalui program “STEM Indonesia Cerdas.” Dengan menanamkan kecintaan terhadap sains dan teknologi sejak jenjang SD, memperkuat keterampilan di SMP dan SMA, serta mendorong inovasi AI di perguruan tinggi, fondasi ini berupaya menciptakan generasi muda yang siap menghadapi tantangan era digital. Meskipun menghadapi tantangan seperti kesenjangan infrastruktur dan persepsi negatif terhadap STEM, kolaborasi dengan pemerintah, universitas, dan organisasi internasional memberikan harapan besar bagi keberhasilan program ini. Dengan dukungan yang tepat, inisiatif Riady Foundation dapat menjadi katalis bagi transformasi pendidikan di Indonesia, menjadikan negara ini sebagai pusat inovasi dan teknologi di kawasan ASEAN dan dunia.

BACA JUGA : Riset Kehidupan: Menjalani Hidup yang Bermakna Tanpa Menjadi Parasit dalam Kehidupan Sosial

BACA JUGA : Politik dan Analisis Ekonomi Republik Ceko

BACA JUGA : Panduan Lengkap Travelling ke Republik Ceko untuk Wisatawan Indonesia